<a href=“https://youtu.be/h_6D4aCy7g8” ” target=”_blank”> The Message </a>
Film ini menceritakan bagaimana perjuangan Rasulallah dan umat muslim pada saat di Mekkah, dari mulai Bilal bin Rabah seorang budak berkulit hitam rela di siksa hanya untuk mempertahankan akidahnya. Hingga akhirnya dimerdekakan oleh Abu Bakar As-Syidiq. Lalu, umat muslim pun mulai ditindas tiada ampun, khususnya keluarga Yasir, Sumayyah binti Khayyat istrinya serta anaknya Ammar bin Yasir. Sumayyah ia diletakan di padang pasir yang panas dan ditusuk oleh tombak karena ia tetap mempertahankan akidahnya.
Paman Rasulallah Abu Thalib sekaligus pemimpin kaum Quraisy dan Bani Hasyim yang dapat melindungi Rasulallah, beliau meninggal sehingga tidak ada lagi yang melindungi Rasulallah.
Hingga akhirnya Rasulallah dan pengikutnya memutuskan hijrah ke Madinah. Sebagai pengganti Rasulallah, Ali bin Abi Thalib rela menggantikan Rasulallah untuk tidur di ranjang Rasulallah, sehingga saat kafir Quraisy mengendap pagi – pagi untuk membunuh Rasulallah yang sedang tertidur, saat itu kafir Quraisy terkelabui oleh Ali, saat membuka selimutnya ternyata Ali dan mereka tidak jadi membunuhnya. Saat itu Rasulallah sedang perjalanan hijrah bersama Abu Bakar As-Siddiq dalam perjalanan mereka bersembunyi di gua tsur, pada saat kaum Quraisy curiga Nabi di dalamnya, saat mendekati bibir gua, mereka melihat ada sarang laba – laba yang menutupi gua sehingga mereka yakin bahwa tidak ada orang di dalamnya. Syaidina Ali beserta umat muslim lainnya barulah melakukan perjalanan hijrah.
Saat sesampainya di Madinah, masyarakat Madinah begitu atusias menyambut kedatangan Nabi Allah, dengan irama dan syair
طَلَعَ الْبَدْرُ عَلَيْنَا مِنْ ثَنِيَّاتِ الْوَدَاعِ
وَجَبَ الشُّكْرُ عَلَيْنَا مَا دَعىَ للهُ دَاعِ
أَيُّهَا الْمَبْعُوْثُ فِيْنَا جِئْتَ بِالْأَمْرِ الْمُطَاعِ
Saat itu mereka banyak menawarkan diri agar rumahnya dijadikan tempat bertetapnya Rasulallah, namun saat itu Rasulallah membiarkan unta yang ditungganginya lah yang akan menunjukan dimana tempatnya, saat itu unta yang ditunggangi Rasulallah berjalan – jalan seolah – olah mecari tempat yang pas, dan ia terduduk ditanah lapang tersebut, maka disanalah didirikan masjid Nabawi.
Setelah bangunan masjid selasai, lalu mereka berfikir bagai mana caranya memanggil orang – orang untuk berdo’a disini, apa dengan kentongan, lonceng atau apa dan saat itu ditunjuklah Bilal bin Rabah karena ia bersuara paling merdu dan memanggil orang – orang untuk shalat bersama. Saat itu Bilal bin Rabah naik ke atas bangunan dan mengumandangkan adzan untuk pertama kalinya. Para pedagang pun begitu mendengar adzan mereka lalu berdatangan dan meninggalkan dagangannya.
Beberapa saat kemudian, mereka mendengar kabar bahwa rumah mereka, harta mereka yang mereka tinggalkan di Mekkah, dirampas oleh kaum Quraisy. Saat itu juga dimulailah perang Badar dengan penyusunan siasat dan strategi yang Rasulallah berikan sehingga umat muslimah memenangkan perang tersebut, dengan terbunuh ayahnya Hindun binti Utbah, Utbah bin Rabi’ah dan kakaknya Walid bin Utbah. Hindun merasa sangat terpukul dan ingin membalaskan dendam pada Hamzah bin Abdul Muththalib yang sudah membunuh ayah dan kakaknya.
Pada saat perang Badar ke 2, Hindun membalaskan dendam pada Hamzah lewat budak berkulit hitam yang menusukan tombak pada Hamzah, setelah perang usai Hindun mencari jasad Hamzah lalu ia merobek bagian perutnya dan mengeluarkan hati dan jantung Hamzah lalu ia mengunyahnya namun ia tidak menelannya.
Setelah perang usai, umair bin wahab dan Abu Sufyan mendatangi Madinah mereka memeluk islam. Lalu Abu Sufyan pergi ke Mekkah dan menemui Hindun istrinya.
Saat malam tiba umat muslim sedang dalam tenda tiba – tiba ada gencatan senjata dari arah bukit mereka dengan membabi buta menusukan tombak pada umat muslim yang kala itu sedang istirahat. Esok harinya Abu Sufyan menemui Rasulallah lagi di Madinah dan Rasulallah mau menemuinya dan ia menyatakan keislamannya lagi dihadapan Rasulallah. Dan pergi lagi ke Mekkah, saat itu kemungkinan Hindun ia pun akan segera masuk islam.
Lalu umat islam berbondong – bondong mendatangi Mekkah dengan lantunan talbiyah, kaum Quraisy mereka merasa ketakutan dan bersembunyi di rumah – rumahnya. Namun ketika mereka sampai, Bilal berteriak, kami tidak akan menyerang atau pun melukai. Saat itu Rasulallah memasuki ka’bah dan menghancurkan patung – patung di dalamnya, dan umat muslim pun menghancurkan semua patung – patung sesembahan kaum Quraisy. Saat itu tidak ada perlawanan dan bisa di lihat bahwa Hindun pun bersama suaminya Abu Sufyan mereka benar – benar sudah memeluk islam.
Segitu ajah resume dari saya Ika Wartika, kurang lebihnya mohon dimaaf kan 🙂
Apa bila ada kesalahan, tolong dikoreksi soalnya filmnya singkat jadi demikian lah kurang lebihnya. Terima kasih.. 🙂